Monday, 3 August 2015

WASPADA 7 CIRI PEMIMPIN GERAKAN AKHIR ZAMAN


Dari Tsauban ra bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “ Sesungguhnya yang paling aku takuti dari umatku adalah para pemimpin yang sesat. Jika meletakkan pedang pada umatku, ia tidak akan mengangkatnya sampai hari kiamat.” (HR Abu daud dan Ibnu Majah)
 
سنن ابن ماجه ٤٠٢٦: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
 
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah Al Jumahi dari Ishaq bin Abu Furat dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah Ruwaibidlah itu?” beliau menjawab: “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.” (Sunan Ibnu Majah)
 
Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra bahwa Rasulullah ﷺ bersabda , “ Bagaimana denganmu jika kamu berada di tengah kekacauan, janji-janji dan amanat mereka abaikan, kemudian mereka berselisih seperti ini ?” Lalu, beliau menyilangkan antara jari jari. Abdullah bin Amr bertanya,” Lalu , dengan apa engkau menyuruhku?” Beliau menjawab, “Jagalah rumah, keluargamu, lidahmu, dan lakukanlah apa yang kamu tahu dan tinggalkan yang mungkar, serta berhati hatilah dengan urusanmu sendiri, lalu tinggalkanlah perkara yang umum “ (HR Abu Daud dan Nasa’i)
 
Dari Hudzaifah bin al Yaman ra bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah setelah kebaikan akan datang kejahatan?” Beliau menjawab, “ Ya, banyak penyeru yang mengajak ke pintu jahanam, maka, barangsiapa yang mengijabahnya (mengikutinya), mereka akan dilemparkan ke dalamnya.” Aku bertanya,”Sifatkanlah mereka itu kepada kita.” Beliau SAW berkata,”Mereka dari golongan kita dan berbicara dengan bahasa kita,” Aku berkata,”Lalu, kau suruh apa ketika aku melihatnya?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Lazimilah (berpeganglah) pada jamaah muslimun dan imam mereka.” Aku berkata,” Jika tidak ada jamaah dan Imam?” Rasulullah ﷺ menjawab,” Jauhilah semua kelompok itu meskipun akar pohon melilitmu hingga maut menjemputmu, dan engkau tetap seperti itu.” (HR Muslim)
 
Dari Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,” Wahai Abu Dzar, bagaimana kamu jika berada dalam kekacauan?” Lalu beliau SAW menyilangkan  jari jarinya. Abu Dzar berkata, “ Apa yang akan engkau perintahkan kepadaku, ya Rasulullah?” beliau menjawab,”Bersabarlah ! bersabarlah ! manusia akan berpura pura dengan akhlak dan perbuatan mereka.” (HR Hakim dan Baihaqi)

Terdapat banyak hadith-hadith yang memperingatkan umat Islam tentang munculnya pemimpin-pemimpin dan gerakan-gerakan yang menyesatkan umat Islam. Menjadi kewajipan  kita untuk meneliti ciri-ciri pemimpin dan gerakan yang dibawanya supaya kita tidak terjebak didalam gerakan tersebut hingga merosakan amalan kita.

1. Para pemimpin sesat:

 Dari Aus yang berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنِّي لاَ أَخَافُ عَلىَ أُمَّتيِ إِلاَّ الأَئِمَّةَ المُضَلِّينَ»

“Aku tidak takut (ujian yang akan menimpa) pada umatku, kecuali (ujian) para pemimpin sesat.” (HR. Ibnu Hibban). Sufyan as-Tsauri menggambarkan mereka dengan mengatakan: “Tidaklah kalian menjumpai para pemimpin sesat, kecuali kalian mengingkari mereka dengan hati, agar amal kalian tidak sia-sia.”

2. Para pemimpin bodoh:

 Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah ﷺ berkata kepada Ka’ab bin Ajzah:
«أَعَاذَكَ اللهَ مِنْ إمَارَةِ السُّفَهَاءِ »

“Aku memohon perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.” (HR. Ahmad). Dalam hadits riwayat Ahmad dikatakan bahwa pemimpin bodoh adalah pemimpin yang tidak mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah ﷺ . Yakni pemimpin yang tidak menerapkan syariah Islam.

3. Para pemimpin penolak kebenaran, penyeru kemungkaran.

 Dari Ubadah bin Shamit berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
«سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لاَ تَعْرِفُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا تُنْكِرُونَ فَلَيْسَ لاِؤلَئِكَ عَلَيْكُمْ طَاعَةٌ»

“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani). Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaatinya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

4. Para penguasa yang memerintah dengan mengancam kehidupan dan mata pencaharian.

 Dari Abu Hisyam as-Silmi berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
«سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ»

“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani).

5. Para pemimpin yang mengangkat pembantu orang-orang jahat, dan mengakhirkan shalat(mengabaikan syariah).

 Dari Abu Hurairah ra yang berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
« يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا»

“Akan ada di akhir zaman para penguasa sewenang-wenang, para pembantu (pejabat pemerintah) fasik, para hakim pengkhianat, dan para ahli hukum Islam (fuqaha’) pendusta. Sehingga, siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, maka sungguh kalian jangan menjadi pemungut cukai, pegawai kanan, dan polis.” (HR. Thabrani).

Ada riwayat lain seperti hadith di atas dengan matan yang sedikit berbeza:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالا : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَيَأْتِيَنَّ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يُقَرِّبُونَ شِرَارَ النَّاسِ ، وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلا يَكُونَنَّ عَرِيفًا ، وَلا شُرْطِيًا ، وَلا جَابِيًا ، وَلا خَازِنًا

Daripada Abu Sa'id dan Abu Hurairah mereka berdua berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

Akan datang atas kalian pemerintah yang rapat dengan seburuk-buruk manusia dan melewat-lewatkan solat (sehingga terkeluar) daripada waktunya. Maka barangsiapa antara kalian yang menemui keadaan ini janganlah menjadi pegawai kanan, jangan polis, jangan pemungut cukai dan jangan (pula menjadi) bendahari." Ibn Hibban dalam Sahih-nya (4586).

 6. Para pemimpin diktator (kejam).

 Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ شَرَّ الوُلاَةِ الحُطَمَةُ»

“Sesungguhnya seburuk-buruknya para penguasa adalah penguasa al-huthamah (diktator).” (HR. Al-Bazzar). Pemimpin al-huthamah (diktator) adalah pemimpin yang menggunakan politik tangan besi terhadap rakyatnya.

 Dari Abu Layla al-Asy’ari bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
«وسَيَلي أُمَرَاءُ إنْ اسْتُرْحِمُوا لَمْ يَرْحَمُوا، وإنْ سُئِلُوا الحَقَّ لَمْ يُعْطُوا، وإِنْ أُمِرُوا بالمَعْرُوفِ أَنْكَرُوا، وسَتَخَافُوْنَهُمْ وَيَتَفَرَّقَ مَلأُكُمْ حَتى لاَ يَحْمِلُوكُمْ عَلى شَيءٍ إِلاَّ احْتُمِلْتُمْ عَلَيْهِ طَوْعاً وَكَرْهاً، ادْنَى الحَقِّ أَنْ لاَ تٌّاخُذُوا لَهُمْ عَطَاءً ولا تَحْضُروا لَهُمْ في المًّلاَ»

“Dan berikutnya adalah para pemimpin jika mereka diminta untuk mengasihani (rakyat), mereka tidak mengasihani; jika mereka diminta untuk menunaikan hak (rakyat), mereka tidak memberikannya; dan jika mereka disuruh berlaku baik (adil), mereka menolak. Mereka akan membuat hidup kalian dalam ketakutan; dan memecah-belah tokoh-tokoh kalian. Sehingga mereka tidak membebani kalian dengan suatu beban, kecuali mereka membebani kalian dengan paksa, baik kalian suka atau tidak. Serendah-rendahnya hak kalian, adalah kalian tidak mengambil pemberian mereka, dan tidak kalian tidak menghadiri pertemuan mereka.” (HR. Thabrani).

7. Para penguasa zindik (pura-pura iman).

 Dari Ma’qil bin Yasar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
«صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي: إِمَامٌ ظَلُومٌ، وَكُلُّ غَالٍ مَارِقٍ»

“Dua golongan umatku yang keduanya tidak akan pernah mendapatkan syafa’atku: pemimpin yang bertindak zalim, dan orang yang berlebihan dalam beragama hingga sesat dari agama.” (HR. Thabrani).

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang benar, yang benar dianggap bohong; pada tahun-tahun tersebut pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidhah.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidhah itu?” Rasulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (Dalam riwayat lain disebutkan, ruwaibidhah itu adalah “orang fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik” dan “al-umara [pemerintah] fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik”) (HR Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan al-Bazzar).

Sunday, 12 July 2015

NASA Rahsiakan Penemuan Bukti Lailatul Qadr

 
 
Walaupun kita kini berada di hari-hari terakhir bulan Ramadhan tapi masih lagi tidak terlewat untuk kita mengejar fadhilat Lailatul Qadr. Rupa-rupanya dalam diam-diam pihak NASA menjalankan kajian bagi mengetahui tentang adanya (malam) Lailatul Qadr.
 
Pengarah Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan bahawa, Badan Nasional Angkasa Amerika (NASA) telah menyembunyikan kepada dunia bukti saintifik tentang Lailatul Qadr.

Dia menyalahkan kalangan jutawan Arab yang kurang perhatian dengan perkara ini untuk mengambil langkah sewajarnya bagi pengetahuan seluruh dunia.

Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadr adalah “baljah” (بَلْجَة); tingkat suhunya sederhana), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfera) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.
 
"Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (بَلْجَة);tingkat suhunya sederhana), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfera) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya"
 
”Sayyid menegaskan, terbukti secara ilmiah bahawa setiap hari (hari-hari biasa) ada sekurang-kurangnya 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfera bumi, kecuali Lailatul Qadr dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun.
 
Perkara ini sudah ditemui Badan Angkasa NASA 10 tahun lalu. Namun mereka tidak menerbitkan maklumat tersebut dengan alasan supaya bukan Islam tidak tertarik masuk Islam.
 
Kenyataan ini memetik ucapan seorang pakar di NASA bernama Carner, seperti yang dipetik oleh harian Al-Wafd Mesir. Hal tersebut dikemukakan Abdul Basith Sayyid, Pengarah Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, dalam sebuah program di TV Mesir. Sayyid juga menegaskan, saintis bernama Carner itu akhirnya masuk Islam dan akibatnya kehilangan jawatannya di NASA.
 
Ini bukan pertama kalinya, NASA mendapatkan kritikan dari pakar Islam. Pakar geologi Islam Zaglol Najjar pernah menegaskan, NASA pernah menghilangkan satu halaman di laman rasminya yang pernah disiarkan selama 21 hari. Halaman itu berisi hasil ilmiah tentang cahaya aneh yang tidak terbatas dari Ka’bah di Baitullah ke Baitul Makmur di langit.
 
Sayyid menegaskan, “jendela” yang berada di langit itu mirip yang disebutkan dalam Al-Quran.
 
 وَلَوْ فَتْحنَا عَلَيْهِمْ بَابًا مِنْ السَّمَاء فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ لَقَالُوا إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارنَا بَلْ نَحْنُ قَوْم مَسْحُورُونَ
 
“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya. tentulah mereka berkata: “Se sungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”.” (Al-Hijr: 14)
 
Carner menyaksikan dengan bukti jelas bahawa jagat raya saat itu gelap setelah “jendela” itu terselak. Karenanya, setelah itu Carner isytiharkan keislamannya.
 
Rujukan;
 

Friday, 29 May 2015

Dahsyatnya Kalimah ini...




Banyak diperkatakan tentang kebaikan bertasbih dan bertahmid kepada Allah dan dalam al-quran Allah menceritakan seluruh makhluk alam semesta sentiasa bertasbih kepada Allah,

" Langit yang tujuh dan bumi serta sekalian makhluk yang ada padanya, sentiasa mengucap tasbih bagi Allah; dan tiada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya; akan tetapi kamu tidak faham akan tasbih mereka. Sesungguhnya Ia adalah Maha Penyabar, lagi Maha Pengampun." (Al-Israa' 17:44)

Ada satu cerita kisah benar tentang fadhilat solat Dhuha dan zikir Subhanallahhi wabihamdihi yang di ceritakan oleh seorang kenalan. Beliau seorang pengusaha tadika di Terengganu, jadi tadikanya ini selalulah orang datang, kadang-kadang jual produk dan ramai juga yang datang minta derma. Sekitar bulan lepas ada seorang lelaki dari Kelantan datang untuk menjual kerepek. Lelaki itu menceritakan bahawa dia berada dalam kesusahan kerana beliau sekarang ini sudah hilang tempat tinggal kerana rumahnya dihanyutkan dalam kejadian banjir besar yang melanda Kelantan hujung tahun lepas. Beliau cuba mencari pendapatan sekadar yang mampu bagi menyara hidup keluarganya.

Kenalan ini sangat simpati dengan keadaannya kerana beliau rasa dengan hanya menjual kerepek dari rumah kerumah sudah tentu pendapatannya tidak seberapa dan mengambil masa yang lama untuk memulihkan kehidupannya. Dia merasakan dari penampilan lelaki tersebut amatlah terdesak dan buntu untuk melepaskan diri dari kesusahan yang melandanya. Lalu dia menasihati lelaki tersebut, waktu pagi-pagi sebelum keluar rumah menjual kerepek kerjakanlah dulu sembahyang Dhuha. Lelaki itu pun tanyalah untuk apa, kenalan ini pun ceritalah fadhilatnya. Kemudian dia berpesan lagi sambil berjalan ketika berjual sentiasalah baca zikir " Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim". Sebagai penutup bicara, kenalan ini membeli kerepek hanya sebungkus sahaja dengan harga RM20.

Dua minggu kemudian lelaki Kelantan ini datang lagi tapi dengan memandu kereta. Kenalan ini bertanyalah hendak menjual kerepek lagi ke?. Lelaki itu menjawab, sekarang ini dia sudah tidak menjual kerepek lagi. Sambil menangis dia mengucap terima kasih kepada kenalan ini sebab selama ini tidak ada sesiapa memberitahunya hendak memohon bantuan Allah dengan cara tersebut. Dia memberitahu, dia amal ikut nasihat yang diberikan dan tidak lama selepas itu ada orang datang menghulurkan bantuan untuk dia membuka sebuah kedai dan setakat ini perniagaannya begitu laris. 

Kalimah ini sangat ringan bila diucapkan, tetapi berat dalam timbangan. Kalimah tasbih ini sangat mudah kita ucapkan, tetapi mempunyai kesan yang luar biasa dalam hidup kita. Sungguh dahsyat kalimah tasbih, subhanallah, kerana kalimah tersebut dapat menghilangkan ketakutan, boleh menghapuskan dosa-dosa dan dunia akan tunduk serta datang merangkak mendatangi kita!

Diriwayatkan dalam “Shahih Bukhari” bahwa suatu ketika datang seorang lelaki mengeluhkan keadaannya kepada Rasulullah saw. Ia berkata, “Dunia ini telah berpaling dariku dan yang telah kuperoleh dari tanganku sangatlah sedikit.” Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Apakah engkau tidak pernah membaca doanya para Malaikat dan tasbihnya seluruh makhluk yang dengan itu mereka mendapat limpahan rezeki?” Lelaki itu bertanya, “Doa apakah itu wahai Rasulullah?”

Rasulullah saw menjawab, “Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim, dan beristighfarlah kepada Allah sebanyak seratus kali diantara waktu terbitnya fajar hingga menjelang waktu shalatmu, dengan itu dunia akan tunduk dan merangkak mendatangimu, dan Allah menciptakan dari setiap kalimah tersebut Malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah hingga hari kiamat dan untukmu pahalanya.”

Dalam hadith riwayat Imam Muslim, zikir dengan ucapan lafaz “ Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi,wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’(Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya sebanyak bilangan makhlukNya, dan sebesar ridha diriNya, dan seberat ‘Arasy-Nya,dan sebanyak hitungan kalimatNya).’ (Hadis riwayat Muslim)

Saturday, 7 March 2015

Mengejutkan...Kubah Masjid Nabawi Bertukar Merah




Sebahagian kubah Masjid Nabawi tiba-tiba bertukar dari warna hijau menjadi warna merah menyebabkan suasana panik dikalangan jemaah dan pengunjung masjid tersebut. Dalam satu video klip yang tersebar menunjukkan bahagian atas kubah tersebut bertukar warna dari hijau kepada warna merah. Kejadian berlaku pada waktu sembahyang Isya apabila kubah masjid mula bertukar warna merah menyebabkan suasana hingar bingar apabila mereka melihat warna kubah tersebut bertukar dari warna yang biasa dilihat sebelum ini.

Sehubungan dengan perkara tersebut Pengarah Perhubungan Awam dan Media Masjid Nabawi, Sheikh Abdul Malik Alkhattab mengatakan pihaknya mendapati warna tersebut kemungkinan berpunca dari pancaran lampu dari menara cahaya yang sedang diuji sejak beberapa hari lalu bagi sambutan Ramadhan. Ia berkemungkinan terkena papan billboard yang membiaskan cahaya dipermukaannya dan mengenai sebahagian kubah tersebut.  Inilah sahaja penjelasan yang diperolehi setakat ini dari pihak Saudi tentang perkara tersebut.

Sumber,

http://www.okaz.com.sa/24x7/Articles/20150307/article25924.html

Monday, 23 February 2015

Wafatnya Ulama Munculnya Golongan Bodoh


Baru-baru ini seluruh umat Islam di bumi Nusantara amnya dan di Kelantan khususnya dilanda kesedihan kerana meninggalnya satu-satunya ulama dan juga umarak iaitu Allahyarham Tuan Guru Nik Aziz bin Nik Mat. Beliau dipanggil mengadap Ilahi setelah menghabiskan masa hidupnya menegakkan agama Allah menempuh segala halangan dengan sabar dan menyebarkan ilmu Supaya masyarakat kembali kepada ajaran Islam yang sebenar. Walaupun ada pepatah melayu mengatakan patah tumbuh hilang berganti, kehilangan tokoh ulamak TGNA ini tiada galang gantinya.

Walaupun begitu kita sepatutnya bersyukur kerana bumi bertuah ini masih lagi mempunyai ulama yang diiktiraf oleh ulama sedunia iaitu Tuan Guru Hj Abd Hadi bin Awang. Dengan perginya TGNA beliau seolah-olah berjuang keseorangan dalam menegakkan syariat Islam apabila mendapat tentangan golongan bodoh dari kalangan pemimpin yang dipercayainya selama ini. Golongan yang bodoh ini muncul apabila membelakangkan ulama dalam jemaah Islam tetapi mengambil kesetiaan terhadap penentang syariat Islam. 


Munculnya golongan bodoh setelah wafatnya ulama dan ulama yang tersisa berada dalam kumpulan sedikit adalah merupakan tanda-tanda hari kiamat yang diriwayatkan dalam beberapa hadis berikut.

Dalam Ash-Shahiihain, dari Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : 

من أشراط الساعة أن يُرْفَعَ العلم، ويَثْبُتَ الجهلُ.

Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan”.[1]

Al-Bukhari meriwayatkan dari Syaqiiq, ia berkata : “Aku pernah bersama ‘Abdullah dan Abu Musa. Mereka berkata : Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

إن بين يدي الساعة لأيَّاماً يُنزَلُ فيها الجهلُ، ويُرْفَعُ العلم.

Sesungguhnya menjelang hari kiamat kelak, akan ada hari-hari yang diturunkanya kebodohan dan diangkatnya ilmu”.[2]

Berkata Ibnu Baththaal rahimahullah :

وجميع ما تضمَّنَهُ هذا الحديث من الأشراط قد رأيناها، فقد نقص العلم، وظهر الجهل، وأُلْقِي الشحّ في القلوب، وعمّت الفتن، وكثرَ القتل.

Seluruh tanda-tanda tentang hari kiamat yang terdapat dalam hadits ini telah kita lihat. Sungguh, ilmu telah berkurang, kebodohan merajalela, sifat kikir telah dijatuhkan/dijangkitkan dalam hati (manusia), firnah telah tersebarnya, dan pembunuhan banyak terjadi”.[3]

Ibnu Hajar mengulas hal itu dengan berkata :

الذي يظهر أن الذي شاهده كان منه الكثير، مع وجود مقابله، والمراد من الحديث استحكام ذلك، حتى لا يبقى مما يقابله إلا النادر، وإليه الإشارة بالتعبير يقبض العلم، فلا يبقى إلا الجهل الصرف، ولا يمنع من ذلك وجودُ طائفة من أهل العلم، لأنهم يكونون حينئذ مغمورين في أولئك.

Yang nampak, tanda-tanda hari kiamat yang disaksikannya itu memang sudah banyak terjadi, bersamaan dengan adanya realiti yang sebaliknya. Dan yang dimaksud oleh hadits adalah dominannya hal-hal tersebut sehingga tidak tersisa hal yang tidak seperti itu melainkan sedikit. Inilah yang diisyaratkan oleh hadits dengan ungkapan : ‘diangkatnya ilmu’; tidaklah tinggal/tersisa kecuali hanyalah kebodohan. Namun hal itu tidaklah menghalangi untuk tetap adanya sekelompok ahli ilmu (ulama) di tengah umat, karena pada waktu itu mereka tertutup oleh dominasi masyarakat yang bodoh akan ilmu agama”.[4]

Diangkatnya ilmu terjadi dengan diangkatnya (diwafatkannya) para ulama, sebagaimana ditunjukkan dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radliyallaahu ‘anhuma, ia berkata : Aku telah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إن الله لا يَقْبِضُ العلمَ انتزاعاً ينتزعُه من العباد، ولكنْ يقبِضُ العلم بقبض العلماء، حتى إذا لم يبقَ عالماً؛ اتَّخذ الناس رؤوساًَ جُهَّالا، فسُئِلوا ؟ فأفتوا بغير العلم، فضلّوا وأضلوا.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari manusia. Namun Allah akan mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Hingga ketika tidak tersisa lagi seorang berilmu (di tengah mereka), manusia mengangkat para pemimpin yang jahil. Mereka ditanya, dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Hingga akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (orang lain)”.[5]

An-Nawawiy berkata :

هذا الحديث يُبَيِّنُ أن المراد بقبض العلم في الأحاديث السابقة المطلقة ليس هو محوُه من صدور حفَّاظه، ولكن معناه : أن يموتَ حملتُه، ويتخذ الناس جُهَّالا يحكمون بجهالاتهم، فيضلُّون ويُضِلُّون.

Hadits ini memberikan penjelasan akan maksud ‘diangkatnya ilmu’ - sebagaimana tertera dalam hadits-hadits secara mutlak – bukanlah menghapuskannya dari dada para penghapalnya. Namun maknanya adalah : wafatnya para pemilik ilmu tersebut. Manusia kemudian mengambil orang-orang bodoh yang menghukumi sesuatu dengan kebodohan mereka. Akhirnya mereka pun sesat dan menyesatkan orang lain”.[6]

Dan yang dimaksud dengan ‘ilmu’ di sini adalah ilmu mengenai Al-Kitab (Al-Qur’an) dan As-Sunnah, yang itu merupakan ilmu warisan para nabi ‘alaihis-salaam. Dan ulama adalah pewaris para nabi. Oleh karena itu, kepergian mereka sama dengan perginya ilmu, matinya sunnah, berkembangnya bid’ah, dan meratanya kebodohan.

Adapun ilmu keduniaan, maka itu merupakan tambahan. Bukanlah ia yang dimaksud dalam hadits-hadits, dengan alasan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Mereka ditanya, dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Hingga akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (orang lain)”. Kesesatan hanyalah terjadi karena kebodohan dalam agama. Dan ulama yang hakiki adalah ulama yang mengamalkan ilmu-ilmu mereka, mengarahkan dan menunjukkan umat ke jalan lurus dan petunjuk. Ilmu tanpa disertai amalan tidaklah banyak bermanfaat. Bahkan dapat menjadi bencana bagi pemiliknya. Telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari dengan lafadh :

وينقص العمل

Dan amal pun berkurang”.[7]

Berkata Al-Imam Muarrikh (ahli sejarah) Islam Adz-Dzahabi setelah menyebutkan sekelompok ulama : 

وما أوتوا من العلم إلا قليلاً، وأما اليوم؛ فما بقي من العلوم القليلة إلا القليل، في أناس قليل، ما أقل مَن يعمل منهم بذلك القليل، فحسبنا الله ونعم الوكيل.

Tidaklah mereka diberikan ilmu melainkan sedikit. Adapun hari ini, tidaklah tersisa dari ilmu-ilmu yang sedikit tersebut melainkan lebih sedikit lagi di tangan orang-orang yang jumlahnya sedikit pula. Dan betapa sedikit lagi orang-orang yang beramal dengan ilmu mereka yang sedikit itu. Hasbunallaahwani’mal-wakiil (Semoga Allah mencukupkan kita, dan Dia-lah sebaik-baik Pelindung)". [8]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[1] Shahih Al-BukhariyKitaabul-‘Ilmi, Baab Raf’il-‘Ilmi wa Qabdlihi wa Dhuhuuril-Jahli (1/178 – bersama Fathul-Baariy) dan Shahih MuslimKitaabul-‘Ilmi, Baab Raf’il-‘Ilmi wa Qabdlihi wa Dhuhuuril-Jahli wal-Fitan fii Aakhiriz-Zamaan (16/222 – bersama Syarh An-Nawawiy).
[2] Shahih Al-Bukhari, Kitaabul-Fitan, Baab Dhuhuuril-Fitan (13/13 – bersama Fathul-Baariy).
[3] Fathul-Baariy (13/16).
[4] Fathul-Baariy (13/16).
[5] Shahih Al-Bukhariy, Kitaabul-‘Ilmi, Baab Kaifa Yaqbidlul-‘Ilm (1/194 – bersama Fathul-Bariy), dan Shahih Muslim, Kitaabul-‘Ilmi, Baab Raf’il-‘Ilmi wa Qabdlihi wa Dhuhuuril-Jahli wal-Fitan(16/223-224 – bersama Syarh An-Nawawiy). 
[6] Syarhun-Nawawiy li-Shahih Muslim (16/223-224).
[7] Shahih Al-Bukhariy, Kitaabul-Adab, Baab Husnil-Khuluq was-Sakhaa’ wa Maa Yakrahu minal-Bukhl (10/456 – bersama Fathul-Baariy).










Monday, 9 February 2015

Raja Salman Ubah Dasar Terhadap Mesir


King Salman mengaku peranan Kerajaan Saudi sebelumnya dalam politik Mesir yang menurut baginda sebagai tindakan yang salah dan baginda secara peribadi tidak pernah redha dengan nya dan ini adalah masa untuk memohon maaf

Raja Salman berkata kepada akhbar Al-Watan bahawa Arab Saudi akan kekal sebagai saudara yang besar kepada semua orang-orang Arab dan umat Islam, dan baginda mengaku tentang campur tangan oleh kerajaan Arab Saudi terdahulu terutama di Mesir dan revolusi-revolusi di negara Arab.

Beliau menambah bahawa kerajaan beraja itu telah memainkan peranan yang baginda sendiri tidak berpuas hati dengan penglibatan di Mesir, yang menyebabkan ramai orang telah dizalimi, menyebabkan ramai orang yang tidak bersalah mati, dan ramai antara mereka dipenjara. Beliau berjanji akan mengubah dasar kerajaan sebelum ini dan mengadakan pembaharuan dari campurtangan sebelum ini yang menyebabkan kekacauan.

Baginda memohon maaf kepada semua keluarga yang menjadi mangsa kezaliman dan berjanji akan mengubah dasar negara yang fasad sebelum ini kepada dasar yang lebih membina. Seluruh dunia yang prihatin mengetahuinya bahawa manusia terakhir yang mengarahkan Gen Abdel Fattah al-Sisi melakukan rampasan kuasa adalah Prince Bandar bin Sultan (anak Saudara kepada Raja Abdullah dan Raja Salman) yang merupakan Ketua Perisik Kebangsaan Arab Saudi.

Raja baru Arab Saudi ini mungkin benar-benar ingin melaksanakan dasar baru kerana langkah pertama sebaik kenaikannya sebagai Raja Arab Saudi ialah;
1. Memecat jawatan Prince Bandar sebagai Ketua Perisik Kebangsaan.
2. Memecat jawatan Prince Mit'eb bin Raja Abdullah sebagai Komander Kebangsaan Angkatan Tentera.

Sumber:
http://tounesnews.com/الملك-سلمان-السعودية-لعبت-دورا-في-مصر/

Monday, 26 January 2015

Berjayakah Raja Salman Singkirkan Raja Sebalik Tabir Saudi?


Pemerintahan Keluarga Diraja Saud
Writ undang-undang yang dikeluarkan oleh Raja Abdullah hanya dapat bertahan selama 12 jam sahaja. Dalam tempoh tersebut puak Tujuh Sudairi bersaudara, puak yang paling kaya dan berpengaruh dalam Dewan Saud yang telah kurang pengaruhnya semasa pemerintah yang lepas telah muncul menunjukkan pengaruhnya. Seperti diulas oleh huffingtonpost(1) rampasan kuasa dalam senyap. 

Belum lagi pengebumian jenazah almarhum Raja Abdullah selesai, pemerintah kerajaan beraja Saudi yang baru, Raja Salman bin Abdulaziz telah menyingkirkan Ketua Mahkamah Diraja Khaled al-Tuwaijri tetapi mengekalkan adik tirinya sebagai Putera Mahkota baharu, Putera Muqrin Abdul Aziz seperti dipilih oleh Raja Abdullah. Tetapi dengan licik melantik seorang lagi yang berpengaruh dari kumpulan Sudairi iaitu Mohamed bin Nayef, Menteri Dalam Negeri untuk menjadi Timbalan Putera Mahkota. Bukan satu rahsia lagi almarhum Raja Abdullah inginkan anaknya Mutaib bin Abdullah sebagai Timbalan Putera Mahkota(2). 

Satu tindakannya lagi yang jelas ialah Raja Salman yang juga dari Sudairi, cuba mendapatkan tampuk kekuasaan untuk generasi kedua apabila memberi anaknya Mohammed yang berumur 35 tahun kedalam lingkungan kuasa Kementerian Pertahanan. Beliau sekarang dilantik sebagai Setiausaha Agung Mahkamah Diraja. Semua perubahan ini dilakukan sebelum pengebumian Raja Abdullah. 



Kenyataan rasmi kerajaan Saudi perlantikan ketua Mahkamah Diraja yang baru(3)

Al-Tuwaijri telah menjadi ketua Mahkamah Diraja semasa pemerintahan almarhum Raja Abdullah merupakan kedudukan yang paling penting dalam kerajaan beraja tersebut. Pemerhati sifatkan penyingkirannya merupakan pembatalan terhadap rancangan yang telah digariskan oleh almarhum raja dan anaknya Mutaib, yang dijangkakan menjadi timbalan kepada Putera Mahkota dan mengekalkan Al-Tuwaijri.

Beberapa sumber media melapurkan ketidak munculan Khalid al-Tuwaijri dari khalayak sebaik saja Raja Abdullah meninggal. Beliau merupakan seorang yang amat penting semasa pemerintahan Raja Abdullah dan disifatkan sebagai kotak hitam Raja Abdullah. Beliau telah dilantik oleh raja sebagai ketua setiausaha kepada majlis perlantikan jawatan kerajaan beraja (4).

Kedudukan al-Tuwaijri diwariskan dari keluarganya dari ayahnya Abdul Aziz al Tuwaijri yang mendapat kedudukan yang paling berpengaruh dalam istana(5). Keluarga Tuwaijri menjadi penjaga gerbang diraja dimana kerabat dirajapun mesti mendapat kebenaran dari beliau untuk sebarang keputusan(6). Bahkan tidak dibenarkan mengadap raja sama sekali tanpa kebenaran, penglibatan dan pengetahuan Tuwaijri. Tuwaijri merupakan dalang utama penglibatan dalam kepentingan negara luar seperti mematahkan Revolusi Mesir, menghantar tentera di Bahrain, penglibatan dalam perang saudara di Syria.

Kediaman Mewah Khalid Al-Tuwaijri di Beverly Hills kawasan mewah Hollywood (7)
Sesetengah pemerhati termasuk Arabi21(8) dilaporkan tidak terkejut dengan kejatuhan Al-Tuwaijri dari kedudukannya kerana perbezaan yang timbul baru-baru ini antara beliau dan anggota kanan keluarga diraja, yang menyifatkan beliau sebagai "ketua rasuah" dan satu yang ingin "memusnahkan negara dan mengatasi Keluarga Diraja ".Beliau juga telah digambarkan sebagai "sotong kurita" dan pemimpin utama yang melansanakan "Projek kebaratan" dan "penaung sekular" di Arab Saudi. 

Al-Tuwaijri juga dituduh menyelaras kempen dengan surat khabar Arab terhadap ulama yang berjuang menentang usaha sekularisasi beliau. 

Hubungannya dengan pemerintah pro-barat di negara Teluk, Mohammed bin Zayed, Putera Mahkota Abu Dhabi amatlah rapat. Buat masa ini, Tuwaijri telah tersingkir dan senarai proksinya yang panjang, bermula dengan Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi sudah mula merasa seram sejuk akibat angin perubahan yang bertiup dari Riyadh ini. Sisi gagal untuk menghadiri majlis pengkebumian pada Jumaat lepas, apakah semata-mata kerana cuaca buruk?

Belajar Quran