Showing posts with label kiamat. Show all posts
Showing posts with label kiamat. Show all posts

Thursday, 2 June 2016

Inilah Tanda Yang Benar-Benar Terjadi!



Segala tanda-tanda kiamat seperti diberitahu oleh Rasulullah saw
adalah benar-benar berlaku!
Antara tanda dekatnya hari kiamat ialah zina tersebar dimerata-rata dan dianggap sebagai kebiasaan dan urusan peribadi. Bahkan dikalangan keluarga kaum muslimin sendiri menjadi kebiasaan apabila anak-anak mereka membawa pasangan yang belum dinikahi keluar dimana-mana saja secara bebas tanpa halangan.

Dari Abdullah ibn Amru radhiyallahu’anhu: Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَسَافَدُوْا فِي الطَّرِيْقِ تَسَافُدَ الْحَمِيْرِ قُلْتُ إِنَّذَلِكَ لَكَائِنٌ ؟ قَالَ: نَعَمْ لَيَكُوْنَنَّ.

“Tidak akan terjadi kiamat sebelum orang-orang melakukan hubungan seks di jalanan seperti perbuatan keledai”.

Saya bertanya: “Apakah hal itu benar-benar akan terjadi?”

Jawabnya: “Ya, hal itu akan benar-benar terjadi”.

Hadits diriwayatkan al-Bazzar dalam Musnadnya (4/148) no. 3488, Ibn Hibban (no. 1889 - Mawarid),

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال والذي نفسه بيده لا تفنى هذه الأمة حتى يقوم الرجل إلى المرأة فيفترشها في الطريق فيكون خيارهم يومئذ من يقول لو واريتها وراء هذا الحائط

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu: Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, umat ini tidak akan punah sampai ada seorang lelaki berdiri mendatangi seorang wanita, lantas menyetubuhinya di jalan.

Orang terbaik diantara mereka pada hari itu adalah orang yang mengatakan:

“Mengapa kamu tidak menutupinya dibelakang tembok ini?”.

Hadits diriwayatkan oleh Abu Ya'la dalam Musnadnya (11/43) no. 6183.

Tersebarnya zina dengan meluas merupakan isyarat bahawa hancurnya dunia ini memang semakin dekat, tinggal menunggu waktu. Hadis berikut menjelaskan lagi keadaan tersebut;
 
Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan pada Qatadah, “Sungguh aku akan memberitahukan pada kalian suatu hadits yang tidak pernah kalian dengar dari orang-orang sesudahku. Kemudian Anas mengatakan,
 
 إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا
 
"Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan." (HR. Bukhari dan Muslim) Makna "merebaknya perzinahan" adalah zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina. (Disarikan dari Fathul Baari)
 
Makna "merebaknya perzinahan" : zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina. Sesungguhnya sunnah Allah berlaku pada makhluk-Nya, di mana jika perzinaan merajalela, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka Dia akan menurunkan adzab-Nya ke bumi.
 
Abdullah bin Mas’ud, berkata, "Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya." Dalam hadist Aisyah radliyallah 'anha, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah pada shalat gerhana matahari beliau bersabda:
 
 مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا
 
"Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”
 
Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?” (HR. Bukhari dan Muslim) Ada rahasia yang penting dibalik penyebutan dosa besar zina pada saat shalat kusuf. Yaitu maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat.
 
Imam al Qurthubi dalam kitabnya al-Mufhim Limaa Asykala min Talkhiishi Muslim, dalam mengomentari hadits Anas di atas, mengatakan: "Dalam hadits ini terdapat tanda kenabian, yaitu beliau shallallahu 'alaihi wasallam memberitahukan beberapa perkara yang akan terjadi, lalu secara khusus telah terjadi pada zaman sekarang ini." (Fathul Baari: 1/179)
 
Kalau hal ini telah terjadi pada zaman imam al Qurthubi, maka pada zaman kita sekarang ini lebih banyak lagi, mengingat semakin banyaknya kebodohan terhadap agama dan semakin tersebarnya kerosakan di antara manusia.

 . . . maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat


Saturday, 20 December 2014

Perhatikan Tanda-Tanda Ini!




Sedutan syarahan Sheikh Hamza Yusuf di Malaysia berkenaan beberapa hadith fitan akhir zaman - dan tanda-tanda hari kiamat [Al 'Alamatus sa'ah]. 

Ibnu Mas'ud berkata kepada Rasulullah saw, " Apakah hari kiamat itu terdapat terdapat padanya tanda yang dapat kita ketahui sebelumnya?" 

Kata baginda saw," Ya benar Ibnu Mas'ud."

Dan orang muslim perlu tahu akan tanda-tanda ini, supaya boleh mengenalinya apabila mereka melihat tanda-tanda tersebut. Terdapat banyak tanda-tandanya. 

Salah satu antara tandanya ialah, kanak-kanak menjadi bengis, dan hujan menjadi panas atau berasid, hujan berasid. Orang-orang jahat menjadi semakin ramai. 

Wahai Ibnu Mas'ud sungguh antara tanda kiamat itu, pendusta dianggap jujur dan sedangkan orang yang jujur dikatakan pendusta. Manakala pengkhianat diberi kepercayaan. Orang-orang bersikap benar pula dikatakan pengkhianat. Semua ini adalah tanda-tandanya.

Wahai Ibnu Mas'ud sungguh antara tanda kiamat itu, pinggan (piring) saling berhubungan secara terus-menerus. Dan silaturahim semakin terputus...

Inilah suatu tanda mukjizat Nabi saw yang sangat jelas. Kata Baginda saw, pinggan (piring) saling berhubungan secara terus-menerus. Dan Rasulullah saw menggunakan istilah memang digunakan dalam komunikasi satellit iaitu, "muwasalat".

Dan orang mula memutuskan silaturahim, Dengan lain perkataan orang hanya duduk dirumah menonton TV dari piring satelit dan tidak lagi memperdulikan jiran-jiran mereka. Ini merupakan Hadith yang menakjubkan bagi saya. 

Wahai Ibnu Mas'ud sungguh antara tanda kiamat itu, kamu akan melihat orang-orang munafiq memerintah. Pasar dikuasai oleh orang-orang paling rosak. 

Wahai Ibnu Mas'ud sungguh antara tanda kiamat itu, masjid dihias, sedangkan hati-hati itu rosak. Mereka solat dimasjid tapi tidak dapat membersihkan jiwa mereka. 

Wahai Ibnu Mas'ud sungguh antara tanda kiamat itu, seorang muslim dari satu suku adalah lebih hina dari kambing yang hodoh (langsung tidak dipedulikan).

Wahai Ibnu Mas'ud sungguh antara tanda kiamat itu, seorang laki-laki cukup dengan laki-laki (homosexuality) dan perempuan cukup dengan perempuan (lesbianism) yang menjadi berleluasa. Dan baginda berkata kamu akan lihat orang-orang muda mempunyai kemewahan berlimpah-ruah. Seperti Zuckerberg menjadi multi bilionair belumpun berumur 30 tahun.

Kamu akan melihat adanya pergerakan-pergerakan yang merosakan wanita. Wahai Ibnu Mas'ud sungguh antara tanda kiamat itu, kamu akan lihat perosak dunia akan dimakmurkan. Kamu akan lihat kehancuran tamadun.

Wahai Ibnu Mas'ud sungguh antara tanda kiamat itu, bahawa peralatan muzik akan tersebar luas. (dari hadith yang lain) Bahawa alat-alat muzik berada pada kepala mereka. Bagaimana Baginda saw tahu mengenainya? Itulah yang telah dinyatakan, saya tidak mengada-adakannya. Telah dikatakan bahawa " على روءوسهم بالمعازف". Bahawa alat-alat muzik berada pada kepala mereka. Tiada siapa yang mungkin dapat memahaminya pada ketika itu. Tetapi sekarang kita dapat melihatnya, mereka ini berada dimana-mana saja. 

Dan akan dilihat banyaknya anggota polis. Dan juga banyaknya para pencela dan pengolok-olok (pelawak). Lihat saja banyak rancangan TV yang menunjukkan orang-orang saling diperolokan dan ditertawakan.

Wahai Ibnu Mas'ud sungguh antara tanda kiamat itu, kamu akan lihat ramainya anak-anak luar nikah. Dinegara saya (USA) sekarang melebihi 50%. Menakjubkan...

(Dalam hadith yang lain) Rasulullah saw telah bersabda, akan ditunjukkan fitnah pada hati manusia seperti tikar yang dianyam. Dua garisan sulam menyulam, secara menegak dan mendatar. Inilah fitnah yang dipaparkan di TV. Ianya ibarat tikar yang dianyam "كالحصير". Dan beginilah syaitan-syaitan merosakkan hati manusia. Dengan memaparkan fitnah-fitnah ini melalui filem dan TV. Ia ditayangkan berulang kali hingga mereka menjadi terbiasa dengan keganasan. Sehingga ia menjadi perkara biasa dan dipandang ringan.

Dan Rasulullah saw bersabda, terdapat dua jenis manusia penghuni neraka yang aku tidak pernah lihat. Kamu akan lihat manusia dengan cemeti seperti ekor sapi. Dengannya mereka memukul orang. Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi bertelanjang. Mereka berjalan berlenggang-lenggok untuk menarik perhatian orang kepadanya. Rambut mereka seperti bonggol unta. Ya Allah, ternyata kebenaran sabda Rasulullah saw. Rambut mereka seperti bonggol unta. Ia bukanlah unta yang biasa diternak oleh orang-orang Arab. Unta Bactrian ini asal dari Parsi. Mereka pernah melihat dan tahu mengenainya. Mereka dua golongan ini tidak akan masuk syurga. Katakan, amat benarlah sabda Rasulullah saw. 

(Dalam hadith yang lain) Satu golongan dari umatku akan minum arak. Mereka namakan arak bukan dengan namanya. Katakan اعوذبالله من الشيطان الرجيم . Ya Allah telah aku sampaikan pesanan ini. 

Berikut adalah petikan hadith tersebut;

رقم الحديث: 2062
(حديث مرفوع) أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَحْمَدَ بْنِ رَيْذَةَ  , قِرَاءَةً عَلَيْهِ بُأَصْفَهَانَ ، قَالَ : أَخْبَرَنَا أَبُو الْقَاسِمِ سُلَيْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَيُّوبَ الطَّبَرَانِيُّ  ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ عَبْدُ الْوَارِثِ إِبْرَاهِيمَ الْعَسْكَرِيِّ  ، قَالَ : حَدَّثَنَا سَيْفُ بْنُ مِسْكِينٍ الْأَسْوَارِيُّ  ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ  ، عَنِ الْحَسَنِ  ، عَنْ عَتِيٍّ السَّعْدِيِّ  ، قَالَ عَتِيٌّ : خَرَجْتُ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ , حَتَّى قَدِمْتُ الْكُوفَةَ , فإِذَا بِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ  بَيْنَ ظَهْرَانَيْ أَهْلِ الْكُوفَةِ ، فَسَأَلْتُ عَنْهُ فَأُرْشِدْتُ إِلَيْهِ ، فَإِذَا هُوَ فِي مَسْجِدِ الْأَعْظَمِ ، فَأَتَيْتُهُ , فَقُلْتُ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ : إِنِّي جِئْتُ أَضْرِبُ إِلَيْكَ , أَقْتَبِسُ مِنْكَ عِلْمًا لَعَلَّ اللَّهَ يَنْفَعُنَا بِهِ بَعْدَكَ ، قَالَ لِي : مِمَّنِ الرَّجُلُ ؟ فَقُلْتُ : مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ ، فَقَالَ : مِمَّنْ ؟ فَقُلْتُ : مِنْ هَذَا الْحَيِّ مِنْ بَنِي سَعْدٍ ، فَقَالَ لِي : يَا سَعْدِيُّ : لَأُحَدِّثَنَّ فِيكُمْ بِحَدِيثٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ، وَأَتَاهُ رَجُلٌ , فَقَالَ : " يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى قَوْمٍ كَثِيرٍ أَمْوَالُهُمْ ؟ كَثِيرٍ شَوْكَتُهُمْ ؟ تُصِيبُ مِنْهُمْ مَالًا دَثَرًا - أَوْ قَالَ : كَثِيرًا ؟ - فَقَالَ : مَنْ هُمْ ؟ ، فَقَالَ : هُمْ هَذَا الْحَيُّ مِنْ بَنِي سَعْدٍ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : مَهْ ، فَإِنَّ بَنِي سَعْدٍ عِنْدَ اللَّهِ ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ " سَلْ يَا سَعْدِيُّ ، فَقُلْتُ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ : هَلْ لِلسَّاعَةِ مِنْ عَلَمٍ تُعْرَفُ بِهِ السَّاعَةُ ؟ قَالَ : وَكَانَ مُتَّكِئًا , فَاسْتَوَى جَالِسًا ، فقَالَ : يَا سَعْدِيُّ سَأَلْتَنِي عَنْ مَا سَأَلْتُ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ، قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ : هَلْ لِلسَّاعَةْ مِنْ عَلَمٍ تُعْرَفُ بِهِ السَّاعَةُ ؟ فَقَالَ لِي : " يَا ابْنَ مَسْعُودٍ , إِنَّ لِلسَّاعَةِ أَعْلَامًا ، وَإِنَّ لِلسَّاعَةِ أَشْرَاطًا ، أَلَا وَإِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا , أَنْ يَكُونَ الْوَلَدُ غَيْظًا ، وَأَنْ يَكُونَ الْمَطَرُ قَيْظًا ، وَأَنْ يَفِيضَ الْأَشْرَارُ فَيْضًا ، يَا ابْنَ مَسْعُودٍ , إِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا , أَنْ يُؤْتَمَنَ الْخَائِنُ ، وَأَنْ يُخَوَّنُ الْأَمِينُ ، يَا ابْنَ مَسْعُودٍ , إِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا , أَنْ تُوَاصَلَ الْأَطْبَاقُ ، وَتُقَاطَعَ الْأَرْحَامُ ، يَا ابْنَ مَسْعُودٍ ، إِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا , أَنْ يَسُودَ كُلَّ قَبِيلَةٍ مُنَافِقُوهَا فُجَّارُهَا ، يَا ابْنَ مَسْعُودٍ , إِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا تَزَخْرُفَ الْمَحَارِيبِ ، وَأَنْ تُحَرَّفَ الْقُلُوبُ ، يَا ابْنَ مَسْعُودٍ ، إِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا , أَنْ يَكُونَ الْمُؤْمِنُ فِي الْقَبِيلَةِ أَذَلَّ مِنَ النَّعْلِ ، يَا ابْنَ مَسْعُودٍ , إِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا , أَنْ تَعْلُوَ الْمَنَابِرُ ، وَتُكْتَفَ الْمَسَاجِدُ ، يَا ابْنَ مَسْعُودٍ , إِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا , أَنْ يَكْتَفِيَ الرِّجَالُ بِالرِّجَالِ ، وَالنِّسَاءُ بِالنِّسَاءِ ، يَا ابْنَ مَسْعُودٍ , إِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا , أَنّ يُعَمَّرَ خَرَابُ الدُّنْيَا ، وَتُخَرَّبَ عِمَارَتُهَا ، يَا ابْنَ مَسْعُودٍ , إِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا , أَنْ تَظْهَرَ الْمَعَازِفُ ، وَتُشْرَبَ الْخُمُورُ ، يَا ابْنَ مَسْعُودٍ , إِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا , الشُّرَطُ وَالْهَمَّازُونَ وَالْغَمَّازُونَ وَاللَّمَّازُونَ ، يَا ابْنَ مَسْعُودٍ , إِنَّ مِنْ أَعْلَامِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا , أَنْ يَكْثُرَ أَوْلَادُ الزِّنَا ؟ " ، قُلْتُ : يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ , وَهُمْ مُسْلِمُونَ ؟ قَالَ : نَعَمْ ، قُلْتُ : وَالْقُرْآنُ بَيْنَ ظَهْرانِيهِمْ ؟ قَالَ : نَعَمْ ، قُلْتُ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ : وَأَنَّى ذَاكَ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ ؟ ، قَالَ : يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يُطَلِّقُ الرَّجُلُ الْمَرْأَةَ ، ثُمَّ يَجْحَدُ طَلَاقَهَا فَيُقِيمُ عَلَى فَرْجِهَا ، فَهُمَا زَانِيَانِ مَا أَقَامَا ، قَالَ السَّيِّدُ فِي الْكِتَابِ : فَيُقِيمُهُ ، وَالصَّوَابُ مَا ذَكَرْنَاهُ .

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu 'anhu berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam apakah hari Kiamat itu terdapat tanda yang dapat kita ketahui sebelumnya?” Maka Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Ya.”

Kemudian Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
“Wahai Ibnu Mas’ud, sesungguhnya hari Kiamat itu memiliki tanda-tanda, dan diantara tandanya adalah:
– Anak-anak yang bengis,
– Curahan hujan berasid,
– Orang-orang jahat semakin membanjir (banyak),

Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:
– Pendusta disebut jujur,
– Orang jujur disebut pendusta,

Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:
– Pengkhianat diberi kepercayaan,
– Orang yg dipercayai pula disebut pengkhianat,

Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:– Piring-piring (satelit) yang (berkomunikasi) secara bersambungan di antaranya,
– Silaturahim semakin terputus,

Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:
– Suku pemimpin dilantik dari golongan orang-orang munafiq,– Pasar semakin dipenuhi oleh seburuk-buruk manusia. 

Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:
– Masjid dihias, sedangkan hati-hati itu rosak..

Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:
– Seorang mu’min dalam suatu suku adalah lebih hina dari kambing yang hodoh

Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:
– Seorang laki-laki cukup dengan laki-laki, dan wanita cukup dengan wanita (homoseksualiti berleluasa)

Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:
– Masjid semakin banyak jumlahnya
– Mimbar ditinggikan

Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:
– Perosak-perosak dunia dimakmurkan,
– Pemakmur tamaddun dunia yang sebenarnya dirosakkan

Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:– Tampak peralatan muzik semakin nyata,
– Arak/Khamar diminum,
Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:
– Banyaknya polis,
– Banyaknya pencela, banyaknya pengolok-olok,
Wahai Ibnu Mas’ud, sungguh diantara tanda hari Kiamat itu:
– Banyaknya anak zina.

Aku berkata (‘Atiy As Sa’diy radhiallahu 'anhu), “Wahai Abu Abdurrahman, apakah mereka itu Muslimun?” Beliau (‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu 'anhu) menjawab. “Ya.” Aku berkata, “Wahai Abu Abdurrahman, apakah Al Qur’an ditengah-tengah mereka?” Beliau menjawab, “Ya.” Aku berkata, “Wahai Abu Abdurrahman, bilakah itu?”
Beliau menjawab, “Akan datang pada manusia suatu zaman, dimana seseorang menceraikan isterinya, kemudian memungkiri cerainya, tetapi tetap menjima’-nya, maka keduanya adalah pelacur selama melakukan itu.” [Hadits Riwayat Imam Ath Thabarani no: 10405 dalam “Al Mu‘jamul Kabir”]

Rujukan:

Thursday, 7 June 2012

Tika Matahari Dekatnya 1 Mil



Ketika Matahari Didekatkan Dengan Jarak Satu Mil
Kaum muslimin yang kami muliakan, ketika manusia dikumpulkan di padang Mahsyar, matahari didekatkan sejauh satu mil dari mereka, sehingga manusia berkeringat, hingga keringat tersebut menenggelamkan mereka sesuai dengan amalan masing-masing ketika di dunia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Jarak satu mil ini, baik satu mil yang biasa atau mil alat celak, semuanya dekat. Apabila sedemikian rupa panasnya matahari di dunia, padahal jarak antara kita dengannya sangat jauh, maka bagaimana jika matahari tersebut berada satu mil di atas kepala kita?!” (Syarah al-’Aqidah al-Wasithiyyah, 2/134).

Jika matahari di dunia ini didekatkan ke bumi dengan jarak 1 mil, niscaya bumi akan terbakar. Bagaimana mungkin di akherat kelak matahari didekatkan dengan jarak 1 mil namun makhluk tidak terbakar?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa pada hari Kiamat kelak tatkala manusia dikumpulkan di padang mahsyar, kekuatan mereka tidaklah sama dengan kekuatan mereka ketika hidup di dunia. Akan tetapi mereka lebih kuat dan lebih tahan. Seandainya manusia sekarang ini berdiri selama 50 hari di bawah terik matahari tanpa naungan, tanpa makan, dan tanpa minum, niscaya mereka tidak mungkin mampu melakukannya, bahkan mereka akan binasa. Namun pada hari Kiamat kelak, mereka mampu berdiri selama 50 tahun tanpa makan, tanpa minum, dan tanpa naungan, kecuali beberapa golongan yang dinaungi Allah Ta’ala. Mereka juga mampu menyaksikan kengerian-kengerian yang terjadi. Perhatikanlah keadaan penghuni Neraka yang disiksa (dengan begitu kerasnya), namun mereka tidak binasa karenanya. Allah Ta’ala berfirman:

كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَ (56)


“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (An-Nisa’: 56). (Syarah Al-’Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/135)

Golongan Yang Akan Mendapatkan Naungan ‘Arsy Allah Ta’ala
Pada hari yang sangat panas itu, Allah Ta’ala akan memberikan naungan kepada sebagian hamba pilihan-Nya. Tidak ada naungan pada hari itu kecuali naungan-Nya semata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.

1. Imam (pemimpin) yang adil.

2. Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.

3. Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid.

4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.

5. Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.”

6. Seseorang yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.

7. Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, II/143 – Fat-h, dan Muslim, no. 1031).

Golongan lain yang mendapatkan naungan Allah Ta’ala adalah orang yang memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan membayar hutang kepadanya atau memutihkan hutang darinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللهُ فِي ظِلِّهِ

“Barangsiapa yang memberi kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan membayar hutang atau memutihkan hutang orang tersebut, niscaya Allah akan menaunginya dalam naungan Arsy-Nya (pada hari Kiamat).” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 3006)

Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita untuk menjadi bagian dari golongan yang mulia ini. Amin


sumber: Peristiwa di Padang Mahsyar — Muslim.Or.Id

Belajar Quran